Kamis, 16 Oktober 2014

Cerita Cinta Tentang 'Mengapa Kamu Mencintaiku?'

Cerita Cinta Tentang 'Mengapa Kamu Mencintaiku?' - Sempatkah ajukan pertanyaan pada pacar atau suami, “kenapa anda mencintaiku? ” Sekurang-kurangnya 3 dari 5 orang pernah bertanya hal semacam ini pada pacar atau suaminya. Serta, jawaban yang didapat tidak selama-lamanya romantis, kan? Bahkan juga beberapa besar laki-laki jadi meresponnya dengan gemas, “tak cukupkah kehadiranku menjawabnya? ”

Tersebut disini suatu cerita yang dititipkan oleh beberapa laki-laki perihal cinta semuanya. Satu hari, seseorang kekasih pacar tengah berjalan-jalan di taman. Dipetiknya suatu bunga yang cantik oleh si laki-laki serta diberikan pada kekasihnya, “ini untukmu sayang. ” Diluar sangkaan, kekasihnya malah terdiam. Tidak berapakah lama lalu dia ajukan pertanyaan pada kekasihnya?

Cerita Cinta
Cerita Cinta Tentang 'Mengapa Kamu Mencintaiku?'

Cerita Cinta

Perempuan : Mengapa kau menyukaiku? mengapa kaumencintaiku?

Laki-laki : Saya juga tidak paham argumennya. Namun saya sangatlah menyukaimu, saya menyayangimu, sayang.

Perempuan : Anda jahat. Anda bahkan juga tak dapat mengatakan satu argumenpun kenapa kau mencintai saya. Bila satu waktu kelak ada yang lebih cantik dari saya tentu kau bakal meninggalkan saya. Bagaimanakah dapat kau katakan kau mencintaiku apabila kau tidak tahu argumennya?

Laki-laki : Saya betul-betul tidak paham argumennya, sayang. Namun, tidakkah perhatian, kasih sayang serta kehadiranku di hidupmu telah jadi bukti cintaku?

Perempuan : Bukti apa? Seluruhnya tak menunjukkan apa pun. Saya cuma perlu argumen, mengapa anda dapat menyukaiku? Mengapa anda mencintaiku?

Laki-laki : Baiklah, bakal kucoba mencari argumennya. Eum… lantaran anda cantik, anda mempunyai nada yang cantik, kulitmu halus, rambutmu lembut… Cukupkah argumen tersebut?

Kekasihnya lalu mengangguk, serta terima bunga dengan suka hati. Sekian hari lalu, suatu kecelakaan menerpa perempuan itu. Dia wajib kehilangan rambutnya yang panjang serta lembut lantaran terjepit serta sangat terpaksa wajib dipotong. Dia juga wajib kehilangan nada dalam sekian waktu lantaran pita suaranya terbentur keras. Kulitnya yang dahulu halus mulus sekarang terpapar sebagian jahitan. Dia terbaring tidak berdaya.

Di sebelahnya ada secarik surat. Iapun membacanya.

“Kekasihku”
Lantaran suaramu tidak lagi semerdu dahulu, bagaimanakah saya dapat menyayangimu? Serta lantaran rambutmu sekarang telah tidak panjang serta lembut lagi, saya tidak dapat membelainya. Saya juga tidak dapat menyayangimu. Terlebih sekarang tidak sedikit jahitan di wajahmu yang dahulu mulus. Apabila benar cinta tersebut perlu argumen, kurasa saya betul-betul tidak dapat menyayangimu lagi saat ini.

Tetapi…. Cintaku bukanlah cinta yang palsu. Cintaku kepadamu tulus. Saya mencintai dirimu yang apa yang ada. Saya tak jatuh cinta lantaran kau mempunyai nada yang merdu, rambut yang cantik dan kulit yang mulus. Saya menyayangimu tanpa ada argumen apa pun. Hingga kapan saja, saya terus bakal menyayangimu. Sekalipun kelak rambut putihmu mulai berkembang, kulitmu mulai menua serta keriput, saya senantiasa menyayangimu.

Menikahlah denganku…” Cinta tidak pernah memerlukan argumen. Dia akan terus ada dengan cara misterius. Datang tanpa ada pernah disangka pada awal mulanya. Yakinlah bakal kemampuan cinta, lantaran kau tidak pernah tahu seberapa besar dia bakal bikin hidupmu senang. Semoga ada hikmah yang kamu dapat sesudah menyimak Cerita Cinta diatas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar